Kamis, 07 April 2011

Crayons Craft & Co Jalan Aceh Nomor 15

Pendahuluan

Semakin banyak produk yang dihasilkan, membuat bakery shop maupun usaha bidang horeca (hotel restoran café) menggunakan berbagai cara untuk memajang produk-produknya ke pelanggan. Biasanya bakery shop ataupun restoran menggunakan produk asli untuk dipajang di etalase agar pelanggan memiliki gambaran tentang produk yang diinginkan. Namun cara ini cenderung boros karena makanan yang dipajang akan dibuang dan akan rusak dalam jangka waktu cepat.

Saat ini bakery shop maupun restoran sudah banyak yang menggunakan dummy sebagai salah satu media informasi tentang produknya ke pelanggan atau calon pembeli. Dummy yaitu model tiruan yang menyerupai produk aslinya dan biasanya terbuat dari clay atau tanah liat. Keunggulan dari dummy dibanding menampilkan produk aslinya adalah bisa menghemat bahan baku dan energi karena dummy tidak akan cepat rusak dibanding harus membuat dari bahan baku asli. Selain itu dummy tentu akan mengurangi sampah karena makanan asli yang dipajang harus dibuang setelah rusak. Di bakery shop atau restoran atau café yang menggunakan dummy, biasanya meletakan dummy di tempat yang mudah dilihat dan mengundang perhatian untuk memancing pengunjung mampir ke gerainya terutama untuk usaha yang lokasi bisnis makanannya di mall. Dengan menambahkan pencahayaan yang diatur menarik maka akan membuat dummy semakin terlihat nyata dan menarik.

Biasanya para pemilik usaha makanan berlomba-lomba membuat buku daftar menu yang dilengkapi dengan foto produk yang dibuat semenarik mungkin dan dipajang di depan gerai, maka pada beberapa tahun terakhir customer semakin dipermudah untuk menentukan produk mana yang dipilih karena bisa melihat dummy menu dalam bentuk 3 dimensi bukan hanya foto saja. Dari segi fungsi dan nilai estetikanya dalam menambah hidup interior sebuah gerai bakery ataupun restauran, dummy saat ini menjadi pilihan bagi para pelaku bisnis makanan untuk mempresentasikan produknya.

Pembahasan

Crayons Craft & Co adalah salah satu pusat perlengkapan kerajinan, prakarya, craft & hobby di Bandung. Awal mulanya pemilik Crayons Craft & Co adalah seorang wirausaha yang menjajakan aksesoris pakaian remaja, namun karna kompetisi bisnis yang sangat ketat dan prospek bisnis acssesoris tidak diangap cerah maka syumeiraty Rashando mengalihkan bisnis yang telah dirintisnya dari 1995 sampai ke 2004 menjadi bisnis kerajinan. Diawal usahanya mba yoyong begitu ibu dua anak ini akrab disapa mengaku bahwa tokonya langsung sepi, bahkan pengunjung lima orang seharipun belum tentu datang. Untuk mendatangkan konsumen ke tokonya mba yoyong akhirnya memutuskan untuk membuka kursus gratis yang bertujuan agar para konsumen lebih mengenal produk yang dihasilkan. Melalui media WOM yang disebarkan melalui anak didiknya alhasil toko milik mba yoyong di jalan Aceh no. 15 (kebon sirih), Bandung kian lama kian banyak pengunjungnya.

Crayons Craft & Co menjual berbagai macam produk Miniatur, Replika, dan bahan bahan untuk membuat Kerajinan, Crayons Craft & Co juga memberikan kursus gratis, dengan syarat bahan-bahan atau peralatan yang akan digunakan dalam proses belajar harus membeli dari toko Crayons Craft & Co dengan minimal pembelian Rp. 100.000,- atau lebih, disamping itu proses pembelajaran (kursus) langsung didampingi oleh pengajar profesional yang berpengalaman dibidang masing – masing. Mulai dari kerajinan sulam pita, sulam payet, tating, brayet, hakken, aksesoris manik, clay, miniatur, paper tole, quilling, origami, bunga stocking, boneka kawat, felt, boneka pom-pom, menghias toples lebaran, melipat uang mahar, dan masih banyak lagi. Selain itu berkat kreativitas yang dimiliki mba yoyong dalam membuat clay dan miniatur, ia mendapatkan banyak penghargaan, salah satunya dari Museum rekor Indonesia bahkan presiden (Bpk. Susilo Bambang Yudoyono) yang menjadi kolektornya.

Selain produknya yang unik dan menarik ternyata Crayons Craft & Co juga memiliki pemasaran yang unik yaitu dengan cara strategi jemput bola, dengan cara menjalankan Mobil kreatif untuk menjangkau konsumen. Hal ini dilakukan karna mba yoyong hanya memiliki satu geray di jl. Aceh bandung, strategi ini dilakukan agar konsumen yang ingin membeli tidak harus datang ke toko, bahkan harga yang ditawarkanpun sama dengan harga yang toko. Walaupun pada awal mulanya strategi ini dianggap mahal karna mba yoyong harus merogoh kocek sampai Rp. 53 juta untuk investasi mobil kreative dan mempermaknya. Mobil kreatif memiliki jadwal operasional yaitu mulai dari jam 09:00 sampai jam 17 :00 yang ngetem di parkiran sekolah di area bandung karena sasaran utama mobil kreatif adalah sekolah – sekolah. Bisa dibilang mobil kreative ini adalah toko ke -2 mba yoyong yang bisa berjalan – jalan.

Setiap minggunya mba yoyong dapat menjual sekitar 10 miniatur gerobak atau pikulan dan 15 replika makanan. Adapun penjualan hiasan ponsel mencapai 25 buah per hari. Contoh miniatur yang dibuat yakni gerobak atau pikulan sayur , rujak, dan sate dengan h arga mulai Rp 250.000, sedangkan replika makanan mba yoyong mematok harga mulai dari Rp. 350.000 dan hiasan ponsel dijual dengan harga mulai dari Rp.15.00 per buah. Saat ini omzet Crayon's Craft berkisar Rp 60 juta sampai Rp 100 juta per bulan. Dengan adanya Mobil Kreatif, Yoyong menargetkan tambahan penjualan Rp 400.000 - Rp 500.000 per hari.

0 komentar:

Posting Komentar